Bertepatan dengan peringatan HUT ke-74 Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie melantik Ir. Hambali, ST., MT., MH., IPM sebagai Ketua PII Wilayah Jawa Barat periode 2026-2029 bersama jajaran pengurus lainnya di Gedung Pusat Pembelajaran Arntz Geise (PPAG) Auditorium/Lecture Theater Universitas Katolik Parahyangan, Sabtu (23/5/2026).
Pelantikan ini memiliki makna khusus karena berlangsung di Bandung, kota tempat PII pertama kali berdiri pada 23 Mei 1952. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat perjalanan panjang organisasi profesi insinyur dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Ilham Habibie menilai Jawa Barat mempunyai peran strategis dalam pengembangan industri nasional karena didukung kawasan industri yang besar, infrastruktur yang berkembang, serta sumber daya manusia keinsinyuran yang melimpah.
Menurutnya, para insinyur perlu mengambil peran lebih besar dalam mendorong transformasi industri, penguatan inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor guna menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang. Ia juga menyampaikan bahwa Bandung akan menjadi tuan rumah konferensi insinyur ASEAN, CAFEO ke-44, pada Oktober 2026.
Sementara itu, Ketua PII Jawa Barat yang baru dilantik, Hambali, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi insinyur dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Ia menekankan bahwa kemajuan industri tidak dapat dipisahkan dari peran insinyur sebagai penggerak inovasi dan pembangunan, termasuk dalam pengembangan sektor-sektor strategis di masa depan.
Selain prosesi pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan sejumlah tokoh keinsinyuran, di antaranya Agus Taufik Mulyono, Sarwono Hardjomuljadi, dan Georgius Budi Yulianto. Seminar membahas aspek teknis, hukum konstruksi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam bidang arsitektur dan pembangunan infrastruktur.
Pada kesempatan yang sama, PII juga menandatangani kerja sama dengan pihak Unpar sebagai langkah memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan profesi keinsinyuran.